Transfer musim dingin 2017 telah tuntas, EPL kembali menjadi kompetisi dengan perputaran uang terbesar.


Secara tidak mengejutkan, Liga Primer Inggris kembali merajai bursa transfer Januari. Dengan total pembelanjaan mencapai £218,49 juta dan pemasukan sebesar £230,69 juta, kasta tertinggi sepakbola Inggris itu menjadi kompetisi dengan perputaran uang tertinggi di musim dingin 2017.
Liga Super Tiongkok (CSL), yang dalam beberapa tahun terakhir jor-joran mengimpor pemain dari Eropa, masih kalah gencar bertransaksi ketimbang EPL. Namun, ada dua hal menarik yang bisa dipetik dari bursa transfer Januari tahun ini.

Semua Transfer Top Musim Dingin 2017
Pertama, mencuatnya Ligue 1 Prancis. Ini tak lepas dari aktivitas transfer Paris Saint-Germain, Olympique Marseille, dan Olympique Lyon yang masuk dalam sepuluh besar klub terboros di musim dingin. Ketiga klub tersebut memboyong pemain berharga mahal seperti Julian Draxler, Goncalo Guedes, Dimitri Payet, hingga Memphis Depay.
Kedua, adalah minimnya transaksi di salah satu liga terbaik di dunia, La Liga Spanyol. Ditilik dari laman Transfermarkt, pengeluaran dan pemasukan La Liga bahkan masih kalah ketimbang Liga Slowakia. Salah satu penyebabnya adalah pasifnya dua raksasa Spanyol, Real Madrid (karena embargo transfer) dan Barcelona.

Terlepas dari dua anomali tersebut, EPL sekali lagi mendominasi transfer musim dingin. Meski demikian, total pengeluaran 20 klub EPL di musim dingin kali ini masih belum mampu mengalahkan rekor mereka sendiri yang terjadi pada Januari 2011. Kala itu, ditandai dengan kepindahan kontroversial Fernando Torres ke Chelsea, EPL mencatatkan pembelanjaan mencapai £225 juta.
Bursa transfer musim dingin 2017 di EPL memperlihatkan kecenderungan tim-tim besar untuk ngirit. Manchester United dan Tottenham Hotspur, misalnya, memilih untuk tidak mendatangkan satu pun pemain anyar. Chelsea bahkan mencatatkan pemasukan terbesar, menyusul penjualan Oscar ke Shanghai SIPG, yang tercatat sebagai transaksi musim dingin termahal sepanjang sejarah.
Belanja besar-besaran di bursa transfer musim panas lalu mungkin menjadi alasan mengapa klub-klub raksasa Inggris tersebut memilih berhemat di musm dingin. Hanya Manchester City yang boleh dibilang sebagai tim besar yang “konsisten boros”, itu pun karena kepindahan Gabriel Jesus yang sebetulnya sudah deal pada musim panas lalu.
 Pemain Termahal Musim Dingin 2017
Sebaliknya, tim-tim papan tengah dan papan bawah EPL justru berfoya-foya. Crystal Palace, yang saat ini duduk di peringkat 18 klasemen sementara, secara mengejutkan menjadi klub terboros. Dengan menghamburkan £37,32 juta, tim asuhan Sam Allardyce itu memboyong empat rekrutan sekaligus: Jeffrey Schlupp, Patrick van Aanholt, Mamadou Sakho, dan Luka Milivojevic.
Tim peringkat tengah-bawah lain yang cukup royal di bursa transfer Januari ini di antaranya adalah Hull City, West Ham United, Southampton, Burnley, yang menghabiskan belasan juta poundsterling. Meratanya pembagian uang, terutama dari hak siar, memungkinan tim-tim tersebut untuk menambah amunisi baru di pertengahan musim. Menarik dinanti apakah transaksi Januari tersebut berefek pada peningkatan performa dan posisi bagi Palace dkk.