Cari Blog Ini

Jumat, 18 September 2020

Ulasan Film Mondok

MONDOK


Pada awalnya, saya memang sudah cukup tertarik dengan film yang berjudul "Mondok" ini. Ketika saya membaca sinopsis film ini mengangkat cerita yang berbeda dari biasanya. Memang belakangan ini ada lumayan banyak isu tentang pesantren yang di anggap akan membuat santri-santri nya menjadi bagian dari teroris. 


Mungkin bagi sebagian orang yang sudah menonton film akan merasa isu pesantren teroris ini terasa biasa-biasa saja karena dalam kurang lebih 20 menit durasi film ini, isu pesantren teroris ini hanya di ungkit satu kali saja. Akan tetapi, bagi saya hal itu adalah sesuatu yang mengejutkan dan tentu saja film "Mondok" ini akan mengubah pandangan masyarakat terhadap pesantren kearah sesuatu yang lebih positif. 


Film yang berjudul "Mondok" ini bercerita tentang seorang anak yang nakal dan juga keras kepala. Anak ini bernama Reyhan. Reyhan terkenal akan kenakalannya hingga membuat sekolahnya saat itu terpaksa mengeluarkannya dari sekolah. 


Berbagai macam telah dilakukan orang tua nya agar anaknya bisa tetap bersekolah di fi sekolah tersebut, seperti berjanji akan memberikan bantuan berupa uang kepada sekolah tersebut. Akan tetapi, hal tersebut tidak bisa mengubah keputusan sekolah untuk mengeluarkan Reyhan. 


Awalnya orang tua Reyhan bingung ingin memasukkan Reyhan di sekolah apa, setelah menceritakan masalah yang mereka hadapi kepada kerabat-kerabat nya. Orang tua Reyhan mendapat saran untuk menyekolahkan Reyhan di pesantren karena pesantren adalah sekolah agama islam yang bisa memperbaiki akhlak seseorang menjadi lebih baik. Selain itu, tidak ada satu pun sekolah yang mau menerima Reyhan. 


Reyhan memiliki sifat keras kepala yang membuat penonton seperti saya ikut emosi ketika menontonnya. Dikarenakan sifat keras kepala tersebut, Reyhan sangat sulit untuk dibujuk masuk pesantren hingga akhirnya Reyhan mau masuk pesantren dengan syarat pesantren nya memiliki pelajaran musik. 


Orang tua Reyhan kemudian berusaha mencari dimana pesantren yang memiliki pelajaran musik. Setelah susah payah mencarinya, mereka pun menemukan pesantren yang cocok dan Reyhan pun masuk ke pesantren yang berdiri pada tahun 1918 tersebut. Meskipun pada awalnya Reyhan kesulitan melakukan aktivitas-aktivitas yang ada di pesantren, tetapi setelah lama tinggal di pesantren Reyhan pun menjadi terbiasa. Setelah cukup lama tinggal di pesantren, ekspetasi orang tua Reyhan kepada Reyhan pun menjadi kenyataan. Reyhan menjadi pribadi yang mandiri, baik, dan taat agama. Bahkan Reyhan bisa membawa pengaruh positif kepada orang tuanya. Orang tua Reyhan yang dulunya jarang sholat, sekarang menjadi orang yang rajin sholat. 


Tidak hanya membawa pengaruh positif pada diri sendiri, masuk ke pesantren juga dapat membawa pengaruh positif terhadap orang sekitar kita terutama pada orang tua. Masuk pesantren juga dapat membantu dalam menyiapkan bekal ke akhirat kelak. 


Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Nama: Abid Muhsin

Usia : 17 tahun

Nama sekolah : SMK Negeri 2 Palu

Alamat sekolah : Jln. Setia Budi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar